Rabu, 15 April 2009

Kir Quality

Welcome to Kir Quality SMA N 1 Seputih Raman Lampung Tengah.QUALITY merupakan singkatan yaitu Qualitas Ilmiah Competity yang mengusung KIR SMA N 1 Seputih Raman dalam setiap kegiatan dan perlombaan. Kir Quality merupakan salah satu ekskul dari banyak ekskul di SMA N 1 Seputih Raman, ekskul ini berdiri pada tahun angkatan kedua. Tak lengah dalam erpartisipasi dalam mengikuti perlombaan tingkat sekolah, kabuten, provinsi, dan memperoleh kebanggan, karan telah mengusung beberapa piala dan piagam melalui juara 1-3.
Namun KIr Quality pernah tidak berjalan karena beberapa faktor, yaitu faktor sekolahan yang baru berdiri, dan faktor anggaran dana yang ada. Setelah beberapa tahun turn OFF pada tahun ajaran 2008/2009 Kir Quality kembali bangkit dengan anggota -angota dan guru pembimbing baru, kedudukan senior dipegang anggota Kir kelas sebelas dan junior adalah kelas sepuluh. Meskipun anggota Kir dan pengurus ekskul belum mempunyai pengalaman yang luas semua anggota dan pengurus melaksanakan tanggung jawab dengan baik dan bijaksana dalam mengelola dan meningkatkan Kir Quality.
Guru Pembimbing:          

  1. Drs. Katno

  2. Umi Zumroh, S. Pd
Kepengurusan :

  • Ketua :
          Dwi Fajri

  • Wakil Ketua :
          Tri Sukma

  • Sekretaris :
          N. Ayu Nita L

  • Bendahara :
         Desi Prayogo


Perlombaan yang di ikuti
Kir Quality selalu aktif dan selalu bersemangat dalam setiap kegiatan terutama dalam pengembangan dan perlombaan-perlombaan, meskipun sekolahan SMA N 1 SE-RA adalah sekolahan baru, bukan berati menyurutkan semangat anggota kir kami, kir Quality selalu berpartisipasi dalam pelombaan-perlombaan yang di selengarakan dan tak hanya pulang dengan tangan kosong melainkan telah merebut beberapa pila dan piagam tingkat kabupaten, provinsi. Belum lama ini anggota kir quality mengikuti perlombaan karya ilmiah tingkat provinsi dengan mengunakan limbah ternak sapi sebagai obyek yang di kaji. Perlombaan itu diwakili oleh Dwi Fajri, I Gede Rae Restu Rahayu, dan Tri Sukma. Dalam persiapannya di bantu oleh anggota-anggota yang lainnya dan guru pembimbing Kir. Dalam persipan itu kami mengunakan metode Observasi untuk menguji Hipotesis kami. Kami melaksanakan penelitian di bantu oleh Mas Ipung (alumni IPB S1). Karena penelitian yang kami lakuakan cukup rumit kami memakan waktu tiga minggu untuk menyelesaikannya dan memberikan hasil yang memuaskan seperti yang kami harapkan. Setelah kami menyelesaikan penelitian kami rekap dalam bentuk kaya ilmiah dan kami kirimkan dalam perlombaan tersebut yang sebelumnya telah dirativikasi. Berselang beberapa hari dari pengiriman kami memperoleh informasi bahwa karya ilmiah Kir quality memeperoleh urutan 17 besar dari seprovinsi lampung.
Bulan januari kemarin Kir Quality di undang oleh SMA N 1 Ko-Ga dalam aniversari, tentunya semua anggota kir tak tinggal diam setelah memperoleh undangan tersebut, dengan melibatkan semua anggota kir persiapan demi persiapan di lakukan satu per satu. Dalam aniversari Kir Quality mengikuti beberapa perlombaan salah satunya adalah magic science. Dalam magic science kir quality menampilkan sitem benda seimbang. Kir quality mengikuti perlombaan tersebut selama 2 hari satu malam. Meskipun yang terlibat dalam perlombaan tersebut adalah anggota baru dan itu merupakan pengalaman pertama bagi para anggota Kir, setiap perlombaan yang di ikuti kir qualiti dilakuakn dengan semangat. Setelah perlombaan usai dan waktu menunggu keputusan juri siapa yang menjadi pemeneang telah tiba yang di laksanakan di gedung SMA N1KO-GA kami sedikit surut untuk di panggil memegang juara karena itu merupakan pengalaman pertama bagi anggota kir quality . Ternyata usaha yang kami lakukan selama itu tidak berujung pada sebuah keseia-sian, dengan nama peserta Dwi Fajri, Nengah Ayu Nita Lestari, dan tri sukma dlam lomba magic science mereka mengusung juara tiga tingkat perovinsi. Kir quality selalu haus dengan perlombaan bagi anggota kir sekolahan lain yang ingin mengundang, Kami kir Quality selalu siap.





KOTORAN SAPI SEBGAI GAS BIO




PEMANFAATAN LIMBAH
TERNAK SAPI
SEBAGAI PENGHASIL BIOGAS
(OBSERVASI)







DI SUSUN OLEH
KIR QUALITY
SMA N 1 SEPUTIH RAMAN







SMA N 1 SEPUTIH RAMAN
DINAS PENDIDIKAN
LAMPUNG TENGAH
TA. 2008/2009






LEMBAR PERSETUJUAN

Dibawah ini adalah guru pembimbing KIR SMA N 1 Seputih Raman Lampung Tengah mengesahkan pembuatan karya tulis dengan judul PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK SAPI SEBAGAI PENGHASIL BIOGAS untuk diikut sertakan dalam Lomba Penulisan Karya Ilmiah Tingkat SMA Se-Lampung Tengah yang diselenggarakn oleh MKKS tingkat SMA di SMAN 1 Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah.



Seputih Raman, 15 Januari 2009
Pembimbing KIR :



Drs. Katno Umi Zumroh. S.Pd
NIP. NIP. 132190740




Mengetahui,
Kepala SMA N 1 Seputih Raman


Drs. Wibowo
NIP. 131759926











KATA PENGANTAR

Piji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Tuhan YME. Karena berkat rahmat yang di berikan kami dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik.
Penelitian yang kami kerjakan merupakan hasil kerja kelompok KIR SMA N 1 Seputih Raman sebagai usaha untuk mencari jalan keluar adanya pencemaran lingkungan akibat limbah dari ternak sapi,dan juga sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti lomba KIR MKKS Lampung Tengah.
Kami menyadari penelitian ini masih banyak kekurangan, sebagai kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan.
Kami mengucapkan kepada bapak ibu guru serta teman-teman yang telah mendukung penelitian ini .
Semoga penelitian ini dapat memberikan kontri busi positif dan bermakna dalam mengatasi masalah lingkungan hidup.






Seputih Raman, 15 Januari 2009
Penulis



Penulis











DAFTAR ISI

Hal
HALAMAN JUDUL…………………………………….............. i
LEMBAR PERSETUJUAN……………………………............ ii
KATA PENGANTAR………………………………….............. iii
DAFTAR ISI…………………………………………….............. iv
ABSTRAK………………………………………………................ vi
BAB 1 PENDAHULUAN………………………………............ 1
1.1 Latar Belakang Masalah……………………....... 1
1.2 Rumusan Masalah…………………………............ 2
1.3 Tujuan Penelitian………………………….......... 2
1.4 Kegunaan Penelitian………………………......... 2
1.5 Hipotesis Penelitian…………………………....... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA………………………......... 4
2.1 Limbah Ternak Sapi…………………………......... 4
2.2 Biogas…………………………………………............... 5
BAB III METODE PENELITIAN……………………........ 8
3.1 Rancangan Penelitian………………………........ 8
3.2 Obyek Penelitian…………………………….......... 8
3.3 Analisis Data…………………………………........... 9
BAB IV PEMBAHASAN………………………………............ 10
4.1 Mengatasi Pencemaran Limbah ternak Sapi
………………………………………………….................. 10
4.2 Pengolahan Limbah Ternak Sapi Menjadi
Biogas ………………………………………….............. 11
4.3 Cara Membuat………………………………............. 13
4.3.1 Membuat Bak Penampung (Drum)
` ………………………………………...................... 14
4.3.2 Memasang Instalasi Selang Gas…..... 14
4.3.3 Mencampur Bahan Isian………….......... 15
4.3.4 Memasukkan Bahan Isian……….......... 15
4.3.5 Membuang Gas Pertama Yang
Dihasilkan…………………………............... 16
4.3.6 Memanfaatkan Biogas Yang Sudah
Jadi………………………………….................. 16
BAB V KESIMPULAN DN SARAN……………………........ 17
5.1 Kesimpulan……………………………………............. 17
5.2 Saran…………………………………………................ 18
DAFTAR PUSTAKA……………………………………............. 19
BIODATA PENULIS……………………………………............ 20
ABSTRAK


Judul : Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi Sebagai Penghasil Biogas
Oleh : KIR SMA N 1 Seputih Raman

Limbah ternak sapi yang banyak terdapat di lingkungan SMA N 1 seputih Raman, Sangat mengganggu lingkungan sekolah. Pencemaran berupa bau yang tidak sedap dan peneumpukan kotoran sapi yang mengganggu pemandangan, menginspirasi kami untuk melakukan penelitian guna mencari jalan keluar mengatasi masalah diatas.

Sedikit pengetahuan tentang biogas mendorong kami untuk memanfaatkan limbah tersebut sebagai obyek penelitian dengan mencampur bahan yang lain. Kotoran sapi dikumpulkan dalam bak penampung sehingga terjadi proses pembentukan biogas.

Melalui kegiatan observasi yang kami lakukan maka diharapkan kegiatan ini berguna untuk mencari solusi atau jalan keluar dalam mengatasi limbah ternak sapi, mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pemakaian energi BBM, dan mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah ternak sapi.

Hipotesis dalam penelitian ini adalah jika biogas dapat dihasilkan dari bahan organic, maka limbah ternak sapi juga dapat diolah menjadi biogas. Dan kesimpulan yang kami berikan adalah dengan teknologi biogas ternyata limbah ternak sapi dapat dimanfaatkan bagi pemenuhan kebutuhan hidup sahari-hari.








BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Sekolah kami berada di lingkungan pedesaan yang penduduknya mayoritas memiliki ternak berupa sapi. Karena sapi dapat di manfaatkan selain menambah penghasilan juga untuk membantu pekerjaan di sawah. Perawatannya relatif dan pakan yang harus disediakan juga mudah didapat. Hampir setiap rumah di desa Rama Murti memiliki sapi. Jadi limbah yang dihasilkan berupa kotoran sapi juga sangat banyak. Biasanya penduduk hanya mengumpulkan kotoran sapi disuatu tempat penampungan agar kandang terlihat bersih dari kototran sapi. Cara ini sama sekali tidak mengurangi pencemaran.
Hal ini sangat menggagu kami dalam proses belajar mengajar, terutama pencemaran berupa polusi bau. Apa lagi pada waktu musim penghujan. Pihak sekolah sudah mengatasi dengan memagari lingkungan sekolah sehingga penduduk tidak menggembala sapi dihalaman sekolah lagi. Tapi bau tidak sedap dari limbah sekitar belum juga teratasi.
Kami berusaha mencari cara untuk mengatasi masalah tersebut. Mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menjadikan limbah bermanfaat bagi penduduk. Isu biogas yang sedang rame dibicarakan sekarang ini memberikan inspiransi kepada kami untuk menghasilkan biogas dengan memanfaatkan kotoran sapi. Kegiatan ini sekaligus membantu pemerintah mengatasi krisis energi akibat kekurangannya persediaan BBM. Sehingga biogas ini bias menjadi alternatif pemenuhan sumber energi untuk memenuhu kebutuhan sehari-hari.






1. 2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas maka masalah dalam penelitian ini adalah limbah kotoran sapi yang menyebabkan pencemaran lingkungan.
Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana cara mengatasi pencemaran lingkungan akibat l imbah ternak sapi ?
2. Bagaimana memanfaatkan limbah ternak sapi ?
3. Bagaimana mengolah limbah ternak sapi sebagai biogas ?


1. 3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk :
Mengatasi pencemaran limbah ternak sapi
Memanfaatkan limbah ternak sapi
Membuat biogas dari limbah ternak sapi


1.4 Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat untuk:
1. Mencari solusi atau jalan keluar dalam mengatasi limbah
ternak sapi.
2. Mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap
pemakaian energi fosil.
3. Mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah ternak ternak sapi.


1. 5 Hipotesis Penelitian

Hipotesis menurut Husin Sayuti adalah kesimpulan sementara. Kesimpulan sementara dipenelitian ini adalah:
Jika biogas dapat dihasilkan dari bahan organik, maka limbah kotoran sapi juga dapat di olah menjadi biogas.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Limbah Ternak Sapi

Menurut profesor Agoes Sugianto
limbah adalah hasil dari proses produksi yang telah tidak mempunyai nilai guna yang dihasilkan dari aktivitas atau suatu proses mahluk hidup. (professor Agoes Sugianto)

Menurut jenisnya limbah dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Limbah organik : Merupakan jenis sampah yang bahan penyusunnya dari bahan penyusun mahluk hidup yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan manusia. Limbah ini mudah diurai dalam proses alami

2. Limbah anorganik : Merupakan jenis sampah yang bersumber dari sumber daya alam tak terbarui, seperti mineral dan minyak bumi atau dihasilkan dari proses industri. Secara keseluruhan limbah anorganik tidak dapat diurai oleh alam,sebagian yang lain hanya diuraikan secara lambat.
Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa limbah adalah sisa aktivitas mahluk hidup yang tidak memiliki nilai guna penuh, yang keberadaannya sedikit menggagu lingkungan sehingga keberadaannya sangat tidak di inginkan.
Jadi limbah ternak sapi adalah sisa dari aktivitas sapi yang berupa urin dan kotoran sapi. Karena bersifat organik maka limbah ternak sapi bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi alternatif yang berupa biogas.



2.2 Biogas

Sejak terjadinya krisis energi, masalah energi menjadi topic utama dunia. Negara-negara maju mulai mencari trobosan baru untuk mengganti energi yang berasal dari fosil, yang jauh lebih murah.
Menurut daru Mulyono salah satu energi alternative adalah biogas

Biogas adalah gas yang mudah terbakar yang dihasilkan dari
Proses fermentasi bahan-bahan organic oleh bakteri anaerob.
(Wawan H. S)

Jadi biogas ini dapat dihasilkan dengan mudah di Indonesia, karena kita memiliki suplai bahan-bahan bakunya yang berupa sampah-sampah, kotoran sapi yang memilimpah setiap harinya.
Menurut Suria Wiria, U:
Biogas merupakan gas campuran metana (CH4), karbondioksida(CO¬¬¬2) dan gas lain yang didapat dari hasil penguraian material organic seperti kotoran hewan, kotoran manusia dan tumbuhan oleh bakteri pengurai pada sebuah biodegester. (Suria Wiria, U)

Komponen-komponen agar terbentuk biogas adalah sebagai berikut :
Kurang lebih 60 % CH¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬4 ( metan )
2. Kurang lebih 38 % Co 2 ( Co )
3. Kurang lebih 2 % N2, O2, H2, dan H2 S

Secara kimia biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik/fermentasi dari bahan-bahan organik, termasuk diantaranya : kotoran manusia dan hewan, limbah domestik rumah, sampah hidegradable dalam kondisi anaerobik.
Dalam mendefinisikan biogas dapat kita jumpai beberapa definisi, tergantung pemahaman orang tersebut terhadap proses kimia yang terjadi pada proses pembentukan biogas melalui proses fermentasi.
Biogas juga didefinisikan sebagai gas yang mudah terbakar yang
dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organic oleh
bakteri-bakteri anaerob. ( Wawan H. Suyatmiko)

Pada umumnya semua bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas, namun demikian hanya bahan organik (padat dan cair) homogen seperti kotoran dan urin (air kencing) hewan ternak yang cocok untuk sistem biogas sederhana.

Dari proses fermentasi dalam pembuatan biogas akan dihasilkan campuran biogas yang terdiri atas, metana (CH4),karbon dioksida, hidrogen,nitrogen dan gas lain seperti H2S. Metana yang dikandung biogas ini jumlahnya antara 54-70 %, sedang karbon dioksidanya antara 27-43 %. Gas-gas lainnya memiliki persentase sedikit saja. Mikroba yang bekerja butuh makanan. Di dalam makanan itu terdiri atas karbohidrat, lemak, protein fosfor dan unsure-unsur mikro. Lewat siklus biokimia, nutrisi tadi akan diuraikan. Dari sini, akan dihasilkan energi untuk tumbuh. Ada beberapa senyawa yang dapat menghambat penguraian dalam suatau unit biogas. Bahan-bahan pengganggu seperti antibiotic,desinfektan dan logam berat harus diperhatikan.

Ada tiga kelompok bakteri yang berperan dalam pembentukan biogas, yaitu :
Kelompok bakteri fermentative: Steptococcoi, Bacteriodes, dan beberapa jenis Enterobactericeae
Kelompok bakteri asetogenik: Desulfovibrio
Kelompok bakteri matana: Mathanobacterium, Mathanobacillus, Methanosacaria, dan Methanococcus
Dan ada 3 macam rentang temperature yang disenangi oleh bakteri, Yaitu:
Psicrophilic (suhu 4-20 0C) – biasanya untuk negara-negara subtropics atau beriklim dingin
Mesophilic (suhu 20-400C)
Thermophilic (suhu 40-600C) – hanya untuk mendigesti material, bukan untuk menghasilkan biogas
Untuk Negara tropis seperti Indonesia, digunaklan inheated (digester tanpa pemanasan) untuk kondisi temperature tanah 20-300C.
Dari beberapa definisi diatas kami menyimpulkan bahwa biogas adalah gas yang terbentuk akibat proses fermentasi bahan organik oleh bakteri perombak pada kondisi anaerob.












BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian

Dalam penelitian ini seluruh komponen obyek penelitian saling mendukung, yang terpenting adalah hasil yang didapatkan. Limbah ternak sapi yang diteliti bersama-sama dengan bahan lain diharapkan dapat menghasilkan energi alternative pengganti BBM.
Limbah ternak sapi yang diteliti dikumpulkan dalam jumlah tertentu, kemudian dimasukkan dalam penampung yang sudah disediakan.

Penerapan teknologi biogas pada daerah yang memiliki peternakan dapat memberikan keuntungan ekonomis bila dilakukan perancangan yang tepat dari segi teknis dan oprasionalnya.
Pertama pembuatan penampungan dari drum yang sudah di modifikasi, kemudian bahan yang menjadi obyek penelitian dimasukkan melalui saluran pemasukan. Sebelumnya obyek diaduk-aduk supaya tercampur rata, karena bila tidak rata akan menjadi masalah. Setelah hari yang ditentukan kran saluran gas bias dibuka untuk dicobakan pada kompor percobaan yang sudah disediakan, sehingga hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan energi biogas.

3.2 Obyek Penelitian

Kegiatan penelitian ini di laboratorium SMA N 1 Seputih Raman. Limbah ternak sapi yang diteliti dikumpulkan dari kandang-kandang disekitar SMA N 1 Seputih Raman pada semester dua tahun pelajaran 2008/2009.

3.3 Analisis Data
Penelitian ini melibatkan seluruh anggota KIR yang mendapat tugas. Dari pengumpulan kotoran sapi sampai mengaduk bahan dan memasukkan kedalam penampung.
Analisis dilakukan dengan mengamati bersama-sama bahan-bahan yang menjadi obyek penelitianu ntuk mengetahui proses, masalah dan hambatan yang dijumpai selama penelitian.
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Mengatasi Pencemaran Limbah Ternak Sapi

Dalam sehari-hari rata-rata per ekor sapi menghasilkan kotoran 29 Kg. Apa bila dalam 1 kandang milik penduduk minimal terdapat 4 sapi maka akan menghasilkan limbah berupa kotoran sebanyak 116 Kg/hari. Sehingga dalam 1 tahun sekitar 41760 Kg atau 41, 76 ton. Sedangkan penduduk hanya meletakkan kotoran sapi di belakang kandang adapun hanya sedikit yang dimanfaatkan untuk memupuk tanaman itupun penduduk menggunakannya setelah kotoran di timbun selama berbulan-bulan bahkan sampai satu tahun.

Kotoran sapi adalah termasuk limbah organic (padat dan cair) sebagai sumber energi biomassa. Dan apa bila biomassa di manfaatkan untuk menghasilkan energi, maka energi tersebut disebut dengan bioenergi dan untuk hasil olahan dari limbah ternak sapi disebut sebagai biogas. Melihat besarnya pencemaran limbah sapi perlu adanya solusi lain lain untuk mengatasi pencemaran limbah ternak sapi, salah satunya yaitu dengan menggunakan teknologi biogas untuk menghasilkan bahan bakar biogas. Karena tekno;ogo biogas selain dapat mengatasi pencemaran juga memberi peluang kepada masyarakat pedesaan baik individual maupun kelompok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari secara mandiri.

Selain itu teknologi biogas mengolah limbah secara total sehingga sisa dari pengolahan dapat dimanfaatkan juga. Dalam pengolahan kotoran sapi menggunakan teknologi biogas bahan sisanya atau slude Yang dikeluarkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk oraganik, baik pupuk organik padat maupun cair. Jadi dalam teknologi biogas ini limbah ternak sapi diuraikan secara total sehingga tidak menimbulkan pencemaran berkelanjutan.

Kotoran sapi ( fase urine ) memiliki imbangan C/N 18, karena itu perlu ditambah dengan bahan yang mengandung metan banyak yaitu seperti koran. Bahan isian ini harus mengandung bahan kering 7 – 9 %. Jadi sekitar 1 : 2 ( bahan baku : air ), karena dalam pembuatan biogas ini kita memerlukan mikroorganisme perombak pada tahab awal. Kita juga perlu menambahakan isian dengan isi rumen atau starter sebab rumrn / starter mengandung mikroorganisme perombak.

Kehidupan bakteri metanogenik sangat dipengaruhi oleh derajat keasaman . Derajat keasaman yang optimum bagi bakteri ini adalah 6, 8 – 7, 8, karena pada tahap awal fermentasi menghasilkan bahan organik berbentuk asam yang dapat menurunkan PH, untuk itu mencegah terjadinya penurunan PH kita perlu menambahkan larutan kapur.
Produksi biogas akan menurun secara cepat akibat perubahan temperatur yang mendadak didalam instalasi pengolahan biogas, karena dalam perombakan memanfaatkan
mikroorganisme anaerob yang dapat bekerja optimal pada suhu 30-55o .

Berikut adalah cara mengolah limbah ternak sapi yang kami lakukan
di SMA N 1 Seputih Raman:

4.2 Pengolahan Limbah Ternak Sapi Menjadi Biogas:

Kotoran sapi diangkut dari kandang langsung, sehingga teksturnya masih kasar dan padat. Kemudian kotoran sapi itu ditampung dalam wadah pengaduk, kemudian ditambah dengan air dengan perbandingan 2:1, ditambah koran yang sudah diremuk kasar sebanyak 1 genggam yang berfungsi sebagai pembentuk metan yang mendorong gas keluar cepat. Kemudian ditambah isi rumen yang didapat dari rumah pemotongan hewan, yang berfungsi sebagai penghasil organisme pengurai yang menghasilkan gas. Kemudian pada saat dicobakan dengan api dikompor percobaan semburan gas ternyata belum keluar, lalu kami tambahkan jerami kedalam bak penampung, 1 minggu kemudian ketika dicobakan kompor dapat menyalakan api.

1.Bahan dan alat


-Kotoran sapi
-Koran

-Isi rumen



-Drum yang dimodifikasi dan kran
-Kompor dan selang
-Penyambung selang
-Jerami
-Air


4.3 Cara Membuat:

4.3.1 Membuat bak penampung (drum)

Pada pembuatan penampung kotoran harus sebaik mungkin (terhindar dari kebocoran ) karena bak penampung faktor utama berhasilnya pembuatan biogas, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Perombakan mikroorganisme terjadi di ruangan kedab udara. Maka pastikan drum ( bak penampung ) tidak bocor, dan berilah lubang pemasukan ( kanan )dan lubang pengeluaran ( kiri ) dengan menggunakan pipa ukuran 2 inch yang di las pada drum ( posisi drum berbaring ). Posisi pipa pemasukan lebih tinggi dari pada pipa pengeluaran. Pada bagian atas drum buat lubang pengeluaran gas. Lubang ini terbuat dengan menggunakan snipel drat ukuran 3 /4 inch yang dilengkapi dengan kran pengatur.


4.3.2 Memasang Instalasi Selang Gas

Kran pada lubang penyalur gas dipasang snipel drat lagi yang terbuat dari atom kemudian sambung dengan selang plastik ukuran 3/4 inch yang sebelumnya terlebih dahulu disambung dengan selang tangki yang biasa digunakan petani untuk menyemprot tanaman. Kemudian sambungkan selang ini ke-kompor. Pemasangan dan penyambungan selang harus benar - benar rapat dan kuat agar tidak bocor, oleh karena itu berilah lem pada setiap sambungan. Jenis kompor yang dipakai berupa kompor uji coba yang biasa dipakai penjual mie atau bakso.

4.3.3 Mencampur Bahan Isian
Kotoran sapi dicampur dengan isi rumen, potongan-potongan koran. Dan air kemudian diaduk hingga terbentuk seperti lumpur. Pengadukan dilakukan unuk mendapatkan campuran substrat yang homogen dengan ukuran partikel yang kecil. Bahan isian ini harus mengandung bahan kering sekitar 7-9 %, untuk mencapai keadaan ini gunakan perbandingan 1 : 2 ( bahan : air ) dan hindari bahan anorganik seperti pastik, pasir, beling, batu.

4.3.4 Memasukkan Bahan Isian
Setelah bahan tercampur terbentuk seperti lumpur masukkan kedalam bak penampung melalui lubang pemasukan menggunakan alat bantu seperti torong , untuk memepermudah pemasukkan bukalah kran pada penyaluran gas. Isilah bak penampung sampai penuh. Setelah terisi cukup biarkan untuk proses fermentasi.


4.3.5 Membuang gas pertama yang dihasilkan

Dari awal pemasukan hingga hari ke- 8 kran penyalur gas dibuka dan gasnya dibuang. Dilakukan pembuangan gas ini dilakukan karena gas awal yang terbentuk di dominasi Co2. Dan pada hari ke- 10-14 pembentukan gas CH4 semakin meningkat dan Co2 menurun, pada saat komposisi 54 % dan Co2 27 % maka biogas akan menyala selanjutnya bigas dapat di manfaatkan untuk menyalakan kompor.



4.3.6 Memanfaatkan biogas yang sudah jadi
Pada hari ke- 14 bigoas sudah dapat digunakan untuk menghidupkan kompo. Agar biogas selalau terbarukan bak penampung di isi terus lumpur kotoran sapi secara kontinu sehingga dihasilkan biogas yang optimal. Karna dengan sendirinya sisa buangan lumpur yang telah mengalami fermentasi akan terdesak keluar melalui lubang pengeluaran ketika kita memasukkan bahan isian secara continu.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari studi pustaka, pengamatan langsung pada obyek penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut :

Dalam pembuatan biogas relatif mudah karena pembuatan biogas menggunakan aplikasi yang umum dan sederhana sehingga masyarakat dapat dengan mudah memahaminya. Selain itu bahan organik yang digunakan yang banyak mengandung unsur C/N serta metan dan bakteri perombak yang terdapat pada isi rumen. Unsur C/N itu banyak terdapat pada kotoran ( urine, fase ) sapi sedangkan semua bahan itu merupakan limbah yang dapat dengan mudah didapatkan dari ternak mereka. Sedangkan unsur yang mengandung metan dapat mereka peroleh dari koran yang tidak terpakai atau dari limbah pertanian seperti jerami.
Ternyata masyarakat tidak perlu bingung dan susah mengatasi pencemaran akibat limbah ternak sapi karena ada cara yang mudah untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan membuat instalasi biogas. Dan dengan cara ini masyarakat selain dapat memanfaatkan biogas juga dapat menggunakan sisa pembuatan biogas sebagai pupuk organik padat maupun cair yang tidak membahayakan tanaman.
Untuk mengolah limbah sapi tidak perlu wawasan yang luas dan biaya yang besar karena cukup mengunakan bak penampung kedab udara, bahan isian organik, dan proses fermentasi untuk menghasilkan biogas yang langsung siap digunakan.



5.2 Saran

Sebaiknya masyarakat di desa Rama Murti memperhatikan lingkungan sebagai masyarakat yang mempunyai usaha ternak sapi baik kecil maupun besar dan harus memperhitungkan segala reseko dampak negatif dari limbah kotoran ( fase, urine ).
dengan mengumpulkan limbah ternak sapi ditempat penam-
pungan.
Dengan lingkungan sekolah yang terletak disekitar peternakan sapi siswa-siswi SMA N 1 Seputih Raman harus kreatif dan terampil dalam memanfaatan limbah ternak sapi.
Guru-guru SMA N 1 Seputih Raman sebaiknya mendukung dan membimbing siswa-siswinya dalam mengembangkan kreativitas mengolah limbah ternak sapi menjadi bioenergi





DAFTAR PUSTAKA


Poerwadarminta, W. J. S. 2006. Kamus Umum Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka.
Purnomo dkk. 2005. Biologi Kelas XI. Jakarta: Sunda Kelapa
Pustaka.
Simamora, Suhut dkk. 2005. Membuat Biogas Pengganti Bahan
Bakar Minyak & Gas dari Kotoran Ternak. Jakarta: Agromedia
Pustaka.
Susanto, Hadi Suwarno dkk. 2004. Biologi Kelas XI. Jakarta: Sunda
Kelapa Pustaka.



Sumber Lain: http://id.aswer.yahoo.com.
http://www.walhi.or.id.
http://www.seribd.com.
http://sobat baru. Blogspot. com
.














BIODATA PENULIS

1. Nama Lengkap : Tri Sukma
Tgl. Lahir : 22 Agustus 1991
Status : Pelajar
Alamat Sekolah : Jl. Raya Seputih Raman Kabupaten
Lampung Tengah. 3455.
No.. Hp : 085269000719


2. Nama Lengkap : Igede Rai Restu Rahayu
Tgl. Lahir : 13 Maret 1990
Status : Pelajar
Alamat Sekolah : Jl. Raya Seputih Raman Kabupaten
Lampung Tengah. 3455.
No.. Hp :

3. Nama Lengkap : Dwi fajri. W
Tgl. Lahir :
Status : Pelajar
Alamat Sekolah : Jl. Raya Seputih Raman Kabupaten
Lampung Tengah. 3455.
No.. Hp : 085693154381








ShoutMix chat widget